Amal AbadiJurnal

Azure Stack Hybrid Cloud di DataComm

Azure Stack Technology

Pernah coba produk cloud milik Microsoft yang bernama Azure? Atau setidaknya pernah denger deh, karena saya sendiri belum pernah mencoba secara intens. Nah produk cloud satu ini memang salah satu idaman bersama dengan pesaingnya seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan yang lagi agak hangat Alibaba Cloud. Faktor yang menjadi keunggulan Azure adalah karena pengemudi dibelakangnya yaitu Microsoft, salah satu monster teknologi di dunia ini. Ini menyebabkan orang tidak ragu dengan menggunakan Azure karena pasti telah memiliki standar yang tinggi.

Bagi teman-teman yang pernah mengikuti acara dari Microsoft seperti Microsoft Developer Festival pasti pernah mendegar desas-desus bahwa Microsoft akan membuka DataCenter di Indonesia. Karena memang adanya regulasi yang diatur di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012. Begitu juga dengan AWS & Alibaba berniat membuka DataCenter di Indonesia. Selain karena Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012, Indonesia merupakan lahan basah bagi penyedia cloud seperti mereka.

Hari ini saya diundang ke seminar yang diselenggarakan oleh DataComm Cloud yang berjudul Unlocking Hybrid Cloud Potential Without Compromissing Security And Regulatory Compliance. Jelas acara ini merupakan ajang jualan produk namun tentu kita harus bisa menyerab ilmu yang ada di seminar tersebut. Nah pada seminar kali ini membicarakan tentang Azure Stack.

Azure Stack?

Azure Stack adalah platfrom seperti Azure (memang Azure) namun tersedia server secara lokal. Jadi karena ada beberapa faktor Microsoft tidak bisa membuka DataCenter sendiri maka Microsoft mengadakan kerjasama dengan provider lokal dan salah satunya adalah DataComm Cloud.

Ada 3 perusahaan yang presentasi di acara ini yaitu DataComm, Microsoft, dan Hewlett Packard Enterprise. Saya sendiri cukup senang dengan acara ini karena bagaimanapun ke depannya orang-orang seperti saya yang ilmu cetek hanya akan menjadi operator cloud saja. Karena ke depannya minimal untuk Infrastruktur sudah menggunakan Infrastructure As A Service yang saat ini mulai bertebaran kemana-mana.

Perbedaan Azure & Azure Stack

Perbedaan awal adalah soal biaya, ternyata biaya yang terdaftar di Azure Stack adalah harga yang dikeluarkan oleh DataComm. Selain itu beberapa fungsi Azure tidak tersedia di Azure Stack seperti Machine Learning yang membutuhkan sumber daya komputasi tinggi. Tetapi menuruti pak Davy Trinugraha selaku Technology Solutions Professional dari Microsoft mengatakan bahwa nantinya diharapkan seluruh produk yang tersedia di marketplace milik Azure akan turun juga ke Azure Stack.

Perbedaan selanjutnya terletak pada portal untuk mengakses ke dua platform ini. Dan ini menyebabkan invoice terpisah, karena invoice dikeluarkan oleh masing-masing platfrom. Jadi bagi yang memiliki orang finance yang agak “reseh” yaa harap sabar saja 😬


Hasil yang saya tangkap adalah dengan Azure Stack kita bisa menggunakan program Azure dengan rasa lokal sehingga menghemat koneksi Internet. Secara DataComm sendiri telah terkoneksi langsung dengan IIX dan OpenIXP.

Artikel Terkait

Close