Jurnal

Berkunjung ke Spesialis THT karena Mandi Malam

11 September 2017, hari ini saya memutuskan untuk ke Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi. Biasanya saya ke Rumah Sakit untuk menjenguk orang tetapi untuk kali ini saya sendiri yang berkunjung karena perlu ketemuan sama dokter. Sudah beberapa hari telinga saya agak bermasalah dan terakhir telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar sama sekali. Tadinya ingin pergi ke RS yang dekat dari kost-an tetapi dari teman-teman menyarankan untuk ke Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi yang memang benar-benar khusus untuk menangani penyakit yang saya alami ini.

Tentu sebelum pergi ke Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi saya mencari informasinya terlebih dahulu dan di website resmi nya terdapat jadwal dokter yang cukup mengangumkan yaitu dari pagi sampai malam dan ini berlaku SETIAP HARI. Jadi kalau kalian menderita penyakit THT di hari Minggu tidak masalah, karena di sini tetap buka.

Karena bangun kesiangan dan harus melakukan kewajiban anak kost saya baru berangkat ke Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi sekitar jam 11 siang ?. Di perjalanan saya sudah menduga akan ramai dan siap-siap sampai malam karena sudah siang, sampai di tas saya sediakan 2 PowerBank agar tenang jika nanti menunggu.

Sampai di Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi benar saja, untuk registrasi saya harus mengambil nomor urut dan suasana di ruangan utama benar-benar ramai. Yah mungkin karena ruangan utama ini gabungan dari bagian registrasi, pembayaran, dan pengambilan obat (apotek). Ketika selesai mengantri saya disuruh mengisi formulir pendaftaran yang cukup panjang (mungkin karena belum pernah berobat ke sini). Nah selesai registrasi saya diberikan nomor 8 dan akan ditangani oleh dr. Yustimar J, SpTHT-KL.

Ruang Tunggu Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi

Ketika di ruang tunggu teman-teman tidak akan bosan, karena ruangannya cukup nyaman serta ada fasilitas WI-FI gratis dari pihak Rumah Sakit yang username & password nya diberikan di bagian depan. Selain itu ketika saya melihat monitor antrian untuk dokter yang akan menangani saya sudah nomor 8, berarti cuman selang 1 orang lagi bagian saya untuk diperiksa. Saya menunggu hanya 15 menit, jauh dari perkiraan yang bakalan sampai malam hari ?.

Tatapan pertama ketika melihat dokter yang menangani saya cukup senang, karena sudah tua. Sampai saat ini saya adalah orang yang memegang paham bahwa semakin berumur seseorang di dunia kesehatan maka kemampuannya semakin lihai. Pembawaan dokternya ramah dan sempat tukar fikiran terkait pekerjaan saya sebagai seorang IT Infrastructure.

Lalu apa penyebab telinga saya yang bermasalah? Penyebabnya adalah M.A.N.D.I dan tepatnya adalah setelah mandi. Sering kali kita setelah mandi merasakan ada air yang masuk ke dalam telinga dan langsung dikeluarkan. Tetapi sering kali kita tidak merasakan bahwa di dalam telinga ada air dan inilah masalahnya. Saya sering mandi sekitar jam 8 malam dan setelah mandi saya sangat sangat sering langsung tidur. Nah ketika tidur pasti sering kan sambil meluk guling lalu kepala miring ke kanan/kiri, nah ketika dalam posisi kepala miring tersebut air yang ada di dalam telinga tadi masuk lebih dalam dan menyebabkan infeksi.

Untuk pengobatannya saya diberikan 1 jenis pil dan 1botol cairan yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Untuk obat berbentuk pil sih tidak masalah namun yang menjadi masalah adalah yang berbentuk cairan. Mengapa? Karena cairan tersebut diteteskan ke dalam telinga sebanyak 4 tetes dan harus dilakukan 3x sehari. Ketika diteteskan, kepala harus dalam posisi seperti tidur miring selama 10 menit. Kalau yang pagi dan malam hari aman karena ada di kost, tetapi yang siang hari …. pfffttt masa di kantor mainan kaya ginian ?.

dr. Yustimar J, SpTHT-KL

Tidak hanya mengobati saja dr. Yustimar J, SpTHT-KL juga memberikan saran bahwa sebaiknya setelah mandi kita untuk membersihkan telinga dengan kapas. Selain itu karena pekerjaan saya sebagai IT Instrastructure dan cukup sering ke ruang Data Center yang ribut nya lumayan membuat telinga sakit, maka disarankan untuk menggunakan headphone atau penutup telinga lainnya. Karena dari perangkat yang ada di DataCenter ternyata memberikan tekanan sendiri terhadap telinga kita.

Saya menyelesaikan urusan saya di sini pukul 13:00 WIB, berarti dari berangkat sampai selesai saya hanya membutuhkan waktu 2 jam, jauh dari perkiraan dan ini menyebabkan persiapan saya percuma ?. Dengan berkunjungnya saya ke sini, semoga ke depannya tidak terjadi lagi penyakit sejenis ini. Karena sakitnya itu loh lumayan dan kalau mendengarkan musik menggunakan headset jadi agak ada getaran-getaran cinta sakit. Satu lagi, kalau kalian mengalami penyakit THT lebih baik langsung dilarikan ke Rumah Sakit Khusus THT-BEDAH KL Proklamasi saja karena sudah terbukti oke hehe.

Artikel Terkait

Close