Opini

Mengapa saya belum resign?

Hari ini 1 September 2017 saya tepat 2 tahun bekerja di perusahaan multinasional yang bernama WIR Group. Nah 1 tahun belakangan ini saya banyak sekali mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan lain yang rata-rata dari mereka perusahaan yang lebih besar dari perusahaan tempat saya bekerja di sini. Fasilitas yang diberikan pun lebih menarik seperti tempat tinggal dan makan 3x sehariĀ šŸ˜. Bagi perusahaan yang berada di Luar Negeri pun tak takut untuk menawarkan tiket pulang-pergi ke Indonesia jika ada libur panjang.

Setiap kali saya mendapatkan tawaran dari perusahaan-perusahaan tersebut saya sering mengunggahnya di Instagram Story saya untuk memberitahu kepada orang yang berminat. Karena setiap ada tawaran kerja di bawahnya sering tertulis pernyataan bahwa saya bisa memberikan rekomendasi kepada orang yang ingin mengambil tawaran tersebut. Tentu saja saya selalu melakukan penyaringan terlebih dahulu, karena saya tidak mau jika memberikan rekomendasi kepada orang yang belum mampuĀ šŸ˜.

Tak jarang teman dekat, keluarga, atau teman-teman di sosial media menyuruh saya untuk mengambil tawaran tersebut. Tetapi saya selalu menolak, dan inilah alasan mengapa saya menolaknya.

Suasana WIR Group

Di kantor saya saat ini saya sudah merasakan nyaman. Teman-teman yang sudahĀ klop, jam kerja fleksibel, serta keadaan lainnya yang masing dibilang nyaman. Alasan ini menjadi yang terkuat walau banyak yang bilang kenapa tidak keluar dari zona nyaman? Ketahuilah sesungguhnya nyaman yang saya maksud adalah nyaman yang membuat saya berkembang bukan nyamannya seseorang yang ingin dalam kondisi tersebut sajaĀ šŸ˜.

Passion

Boleh percaya atau tidak sebenarnyaĀ passionĀ saya itu bukanlah seorangĀ engineer tetapi lebih ke pendidikan. Itu mengapa saya sering berkomentar mengenai pendidikan karena yaa memang pendidikan adalah segalanya di dunia ini. Dasar bagi seorang sukses adalah pendidikan yang baik, baik formal maupun non-formal.

Alasan lainĀ engineer bukanlahĀ passion saya karena bidang ini perkembangannya sangatlah cepat. Kalau melihat berita tentang bidang ini selalu sajaĀ update nya lebih cepat daripada yang lain. Bagi orang seperti saya yang memiliki kemampuan terbatas tentu akan menyulitkan. Kalau ditanya mengapa saa ini masih bertahan dengan profesiĀ Network Engineer alasannya adalah karena lagi cari pengalaman dan bekal untuk di dunia pendidikan nanti.

Bahasa

Bekerja di luar negeri tentu membutuhkan Bahasa Inggris (minimal) yang aktif baik yang digunakan untuk berkomunikasi. Dan sampai saat ini Bahasa Inggris saya bisa dibilang payah. Untuk membaca sih masih oke, tapi mendengarkan agak sedikit sulit, dan yang paling parah adalah berbicara. Nah maka dari itu bagi adik-adik yang saat ini lagi sekolah Bahasa Inggrisnya di tingkatkan yaa biar lebih baik lagi, jangan sampai nanti ada tawaran untuk kerja di luar negeri seperti saya eh malah gak bisa berangkat. Walau pemerintah memangkas jam Bahasa Inggris tetapi setidaknya bisalah belajar sendiriĀ šŸ˜‰.

JadwalĀ shift

Saya adalah orang yang kalau sudah mengantuk itu harus langsung tidur. Maka dari itu tidak jarang ketika siang hari saya lebih mengutamakan tidur siang daripada makan. Pernah suatu waktu ketika ada acara doa semalam suntuk di Gereja sekitar jam 8 saya sudah tertidur padahal mulainya jam 9Ā šŸ˜…. Selain belum ingin pindah kantor, alasan ini juga merupakan alasan terkuat saya ingin menjadi pekerja lepasĀ šŸ˜‚.

Tidak hanya karena saya memiliki tuntutan sendiri dalam hal istirahat, tetapi juga dengan kegiatan saya. Saya sering datang ke acara-acara di luar jam kerja. Nah ketika pindah kantor dengan jamĀ shift maka akan sulit untuk mengikuti acara-acara tadi. Padahal bagi saya itu adalah hiburan di luar menonton televisi dan menaikkanĀ traffic dari beberapa website pelanggan saya.

Bekerja itu tidak semata-mata demi mendapatkan uang saja

Bagi teman-teman pembaca mungkin ada yang beranggapan bahwa saya manja dalam hal memilih pekerjaan. Padahal di luar sana banyak sekali orang yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Saya bukan pilih-pilih karena manja, tetapi saya memiliki keterbatasan yang dimana hanya saya sendiri yang tahu. Karena saya bukan hamba uang yang bisa saja melakukan segalanya yang penting dapat uang banyak. Padahal di samping itu hidupnya lumayan tersiksa karena pekerjaannya.

Saya rasa cukup sekian dulu alasan mengapa saya belum mengundurkan diri dari tempat saya bekerja sekarang. Kalimat terakhir: saya tidak memiliki masalah dengan gaji, tetapi dengan jumlahnya *JKĀ šŸ˜‚.

Artikel Terkait

Close