Jurnal

Hamerang Resort: Tempat wisata alam baru di Bogor

Indonesia memiliki banyak tempat indah yang tampaknya walau punya umur 100 tahun tidak akan sempat untuk mengunjungi semuanya. Ditambah lagi semakin hari banyak muncul lokasi baru yang dijadikan tempat wisata terutama wisata alam yang digerakkan oleh komunitas-komunitas penggerak desa. Salah satu contohnya adalah Hamerang Resort yang sempat saya kunjungi dan tampaknya cukup menarik untuk diabadikan dalam literasi sampah di blog ini 😬.

Hamerang Resort Tempat Wisata Alam Baru di Bogor

Hamerang Resort adalah sebuah tempat wisata alam baru yang berada di Kabupaten Bogor di Kecamatan Babakan Madang.  Hamerang Resort ini sebenarnya sebuah kawasan perkebunan yang dibuat menjadi sebuah resort untuk menghidupkan perekonomian warga sekitar yang mata pencahariannya berasal dari pertanian. Jadi selain di sektor pertanian masyarakat di sini dapat ladang penghasilan baru di sektor wisata.

Sekedar informasi bahwa saya pergi ke sini bersama teman-teman Blogger Jakarta memenuhi undangan ke sini untuk mencicipi kawasan ini😋. Jadi ini adalah user experience sebelum tempat ini di launching yang belum tau kapan tanggalnya. Memang banyak sekali kawasan yang belum jadi tetapi hanya untuk bersenang-senang keluar dari hiruk pikuk ibu kota sudah lebih cukup bagi saya.

Transportasi Ke Hamerang Resort

Untuk menuju ke Hamerang Resort teman-teman bisa menggunakan seluruh angkutan yang menuju ke arah Puncak jika dari arah ciawi. Kalau dari arah Jakarta teman-teman bisa naik tujuan Cianjur, Bandung, dan Garut tetapi pastikan mereka melalui puncak tidak melalui sukabumi atau jonggol. Ketika pergi ke sini saya sendiri mengalami hal apes dimana ternyata bis yang saya naiki itu melalui jonggol dan tembus ke cianjur. Alhasil yang tadinya waktu tempuh hanya sekitar 3-4 jam harus kami tempuh hampir 12 jam 😥.

Patokan di jalan raya untuk ke Hamerang Resort adalah Masjid Jami Nurul Huda. Dari sini kita harus ke dalam lagi yang memakan waktu sekitar 30 menit. Rombongan saya sendiri disediakan mobil pick-up oleh pengelola. Saya tidak tahu sih apakah nanti ketika launching disediakan di bawah atau harus via reservasi. Untuk jalur pemesanannya dan lain-lain itu tampakanya akan saya jadikan artikel ke-2 ketika lokasi ini sudah launching dengan catatan saya diundang kembali untuk ke sana 😅.

APA YANG DITAWARKAN HAMERANG RESORT?

Pemandangan Luar Dalam

Jelas namanya di alam pemandangan adalah hal yang diincar. Di sini kita bisa menikmati pemandangan khas pegunungan yang agak beda. Kenapa? Karena lokasinya berada tidak jauh dari megamendung (puncak) sehingga ketika malam kita bisa melihat kelap-kelip perkotaan. Saat melihat ini saya sendiri langsung membayangkan betapa indahnya jika tahun baru berada di Hamerang Resort. Orang-orang di bawah menyalakan kembang api dan saya melihat letusannya 😍.

    Karena Hamerang Resort ini berada di daerah yang agak jauh sehingga belakang dari tempat ini adalah hutan yang bisa dibilang oke. Saya sendiri sudah mencicipi hutan ini ketika dan butuh waktu selama 4 jam untuk bisa melewati hutan ini. Waktu tersebut cukup lama karena kami membuka jalan terlebih dahulu karena banyak yang belum ada jalannya.

    Di hutan ini saran saya persiapkan kostum yang cocok ala-ala pendaki gunung. Karena jalanannya cukup terjal dan berlumpur, selain itu hati-hati juga dengan lintah dan kumpulannya karena akan cukup sering muncul. Tantangan lain yang rombongan saya lewati adalah kumpulan pemburu yang memburu babi hutan. Karena daerah ini akan dijadikan tempat wisata jadi untuk menjaga keselamatan para pengunjung sebelum pembukaan diusahakan babi hutan ini sudah tidak ada di daerah yang dilalui pengunjung.

    Penginapan Standar Camping

    Apa kata yang selalu diingatan orang ketika mendengar kata puncak? VILA. Tidak salah memang karena banyak orang kota yang berlibur ke puncak dan mencari vila sebagai tempat tinggal. Di tempat lain walau bernuansa alam namun tempat penginapannya tetap sebuah bangunan tembok. Berbeda dengan di Hamerang Resort, penginapan yang diberikan kepada pengunjung berupa tenda. Jujur walau saya pernah aktif di pramuka tetapi saya tidak tahu jenis tenda apa yang saya gunakan, namun yang pasti normalnya tenda ini digunakan oleh 6-8 orang dewasa.

    Di foto di atas teman-teman bisa melihat pada bagian bawah terdapat bekas bakar-bakaran. Yups kebetulan ketika saya ke sana mengadakan acara api unggun yang difasilitasi oleh pengelola tempat. Padahal kami cuman beberapa orang loh tetapi api yang dibuat cukup besar juga.

    Makanan Khas Hamerang Resort

    Karena masyarakat pengelola Hamerang Resort merupakan masyarakat dari suku sunda maka makanan yang disuguhkan kepada pengujung adalah makanan khas sunda. Mungkin teman-teman juga sudah tidak asing sih dengan tahu & tempe goreng, ikan teri, lalapan, dan tidak ketinggalan sambal khas sunda.

    Hamerang resort
    Sarapan dengan makanan khas sunda

    Bagi teman-teman yang ingin mencicipi makan di luar jam makan bisa juga beli kok ke warung yang memang disediakan. Menu yang ditawarkan standarlah seperti warung-warung ankringan yang memiliki menu utama Mie Instan. Harganya pun dibilang standar bahkan bisa dibilang murah, kemarin saya sempat lihat harganya untuk 1 mangkuk indomie harganya hanya Rp 5.000,-. Murah gak?

    Selain ada makanan berat dan makanan yang sudah mainstream di sini juga ada makanan khas Hamerang Resort yaitu pisang goreng dan singkong goreng yang dicampur dengan kopi ketika pengolahannya. Saya yang tidak terlalu suka dengan kopi ketika mencicipi makanan ini jadi agak gimana gitu. Enak sih tetapi seperti kurang nampol, namun berbeda dengan teman-teman Blogger Jakarta yang sangat menikmati ketika mencicipinya. Untuk yang penasaran bagaimana bentuknya bisa dilihat foto-foto di bawah ini.

      Kopi yang beneran kopi

      Sebelum digarap menjadi Hamerang Resort masyarakat sekitar sini rata-rata bekerja sebagai petani kopi. Nantinya ketika Hamerang Resort sudah launching selain kopi ini dijual ke luar juga akan dijual di dalam. Dijual dalam berbagai bentuk, ada yang berbentuk kopi, bubuk, atau yang sudah berbentuk yang bisa langsung disruput tanpa menggunakan filosofi 😜.

      Ceritanya suasana kafe di Hamerang Resort dengan model ala kadarnya

      Menurut informasi yang ada di papan sih kopi di sini ada beberapa jenis yaitu v60, Syphon, Espresso, Aero Press, Vietnam Drift, Coffee Late. Kenapa saya bilang itu jenis? karena saya sendiri tidak tahu itu apaan 😂.  Tetapi satu hal yang pasti rasa kopi nya menurut saya agak asam-asam gitu. Ingat yaa ini rasa dari orang yang tidak suka minum kopi. Sekedar informasi terkait harga kopi, kami disuguhkan kopi seperti gambar di bawah ini yang katanya diolah dari bubuk seberat 70gram dan dihargai sebesar Rp 140.000,-. Menurut kalian mahal atau tidak? Karena saya biasanya kalau beli kopi Rp 4.000,- sudah bisa disruput.


      Secara keseluruhan untuk jalan-jalan kali ini saya terpuaskan. Dapat menikmati alam yang benar-benar masih alam, mencicipi dunia kopi, sampai refleksi diri sendiri. Satu-satunya hal yang membuat saya tidak senang hanyalah ketika perjalanan pergi yang “dijebak” oleh bis. Harapan saya untuk tempat ini adalah semoga menjadi tempat wisata yang dapat menarik wisatawan sehingga roda ekonomi masyarakat di sini dapat terus berputar. Saya tunggu lagi undangannya Hamerang Resort ^_^.

      Tanda

      Artikel Terkait

      Close