Membuat VPS dengan Elastic Compute Service (ECS) Alibaba Cloud

Syarat untuk membuat VPS ini adalah memiliki akun di Alibaba Cloud dan pembayarannya masih aktif (kartu kredit atua paypal). Jika yang belum memiliki akun silahkan lihat artikel saya mengenai cara membuat akun di Alibaba Cloud. Nama produk Alibaba Cloud untuk membuat instance computing adalah Elastic Compute Service atau kita singkat dengan ECS.

Dalam bahasa komputasi awan sebuah mesin yang dibuat disebut dengan instace. Jadi jangan bingung yaa 😇

Untuk membuat ECS silahkan masuk ke Console dari Alibaba Cloud dengan mengakses https://console.aliyun.com. Geser pointer mouse pada bar sebelah kiri dan kita akan menemukan produk yang dijadikan favorit. Jika tidak menemukan Elastic Compute Service silahkan ke menu Products dan pilih Elastic Compute Service. Jika ingin membuat ECS sebagai produk favorit klik bintang yang ada di sebelah kanannya.

Pilih menu Instances di sebelah kiri dan selanjutnya pilih region Indonesia (Jakarta) agar Instances yang dimunculkan pada dasbor ini adalah yang berada di Indonesia. Namun karena kita belum memiliki jadi tidak akan muncul apa-apa 😅. Setelah itu klik Create Instance untuk memulai pembuatan instance.

Memilih Region

1. Basic Configuration ECS

Pada bagian selanjutnya adalah konfigurasi dasar untuk Instance yang akan kita buat. Untuk memperjelas saya akan membagi pembahasannya ke dalam beberapa bagian. Cara ini juga saya gunakan agar tangkapan layarnya lebih bagus alias tidak buram hehe 😅.

Memilih sistem pembayaran dan region

Saya akan membahas tentang Billing Method, ini merupakan cara penagihan yang akan dilakukan oleh Alibaba Cloud. Terdapat 2 pilih yang Subscription dan Pay-As-You-Go. Subscription atau yang artinya berlangganan adalah kondisi dimana siklus tagihan akan dilakukan bulanan atau tahunan. Sedangkan untuk Pay-As-You-Go adalah metode penagihan yang dihitung setiap jam. Artinya tiap jam saldo pada kartu kredit/paypal milik kita akan terpotong.

Region adalah memilih lokasi server dari instance yang kita buat ini. Saya sarankan untuk memilih lokasi server yang berada paling dekat dengan target pengguna. Jika digunakan untuk web dan penggunanya orang Indonesia maka pilihlah Jakarta karena lebih dekat maka secara ilmu jaringan dasar maka akan lebih cepat untuk diakses.


Untuk tipe instance adalah spesifikasi dari instance yang akan kita gunakan. Terdapat 3 arsitektur yaitu tipe x86-Architecture yang memiliki spesifikasi seperti VPS pada umumnya , tipe Heterogeneous Computing yang berfokus pada GPU , dan tipe Bare Metal yang digunakan layaknya kita memiliki server fisik .

Pada setiap tipe arsitektur masih memiliki beberapa kategori yang digunakan untuk mengkategorikan tipe intance yang tersedia. Dengan cara ini pengguna bisa lebih mudah menentukan instance mana yang cocok. Sebenarnya pada bagian atas tersedia juga alat filter untuk ini. Jadi silahkan pilih mau filter yang bagaimana.


Image disini bukanlah berarti gambar melainkan……. saya juga tidak tahu artinya 😅. Namun penggunaannya adalah memilih Sistem Operasi yang akan gunakan pada instance ini. Pada pembahasan kali ini kita langsung saja menggunakan Public Image yang didalamnya terdapat beberapa image yang telah disediakan oleh pihak Alibaba Cloud. Sebagai contoh saya menggunakan sistem operasi Ubuntu dengan versi 16.04.

Bagian Storage merupakan bagian yang mengatur penyimpanan pada instance. Terdapat 2 jenis penyimpanan yaitu  System Disk yang bersifat wajib karena digunakan untuk menyimpan sistem  dan  Data Disk yang bersifat opsional karena digunakan untuk menyimpan data tambahan . Bahasa sederhananya adalah pembedaan partisi antara sistem dengan data.

Masing-masing disk memiliki ketentuan kapasitas yaitu untuk System Disk minimal 40GB dan maksimal 500GB. Sedangkan untuk Data Disk kapasitas minimalnya adalah 20GB dan maksimal 32.768GB. Jika Data Disk dengan ukuran itu dianggap masih kurang tenang saja karena kita bisa menambahkan hingga 16 buah Data Disk.

Secara bawaan pada bagian Storage kita akan menggunakan Ultra Cloud Disk yang memiliki IOPS sebesar 2.120 pada System Disk  dan 5.000 pada Data Disk. Jika teman-teman ingin meningkatkan bisa memilih untuk menggunakan SSD yang memiliki IOPS 3.000 pada System Disk dan 25.000 pada Data Disk.

Jika pada bagian ini telah selesai kita bisa klik Next untuk melanjutkan ke bagian Networking.

2. Networking Configuration ECS

Di bagian atas terdapat Network yang akan mengatur VPC dan VSwitch, biarkan saja sebagaimana mestinya karena saya akan menjelaskan di tulisan lainnya. Lalu untuk Network Billing Method adalah teknik pembayaran dari penggunaan jaringan. Kita akan dikenakan biaya jika instance ini memiliki IP Publik, namun karena saat ini kita membutuhkan jadi kita ceklis Assign Public IP. Ketika diceklis maka akan muncul pengaturan besar kecepatan dari jaringan kita. Gunakan secukupnya saja walaupun memperbesar kecepatan tidak dikenakan biaya.

Saya menyebut bahwa kita akan dikenakan biaya jika menggukan IP Publik, pengaturan biayanya adalah berdasarkan besarnya lalu lintas. Harga setiap GB data adalah USD 0,090 jadi masih bisa dibilang murah.


Pada bagian Security Group kita hanya cukup memastikan bahwa port  yang digunakan terbuka. Jika instance ini nantinya akan dijadikan sebagai web server maka pastikan port HHTP atau HTTPS terbuka (ceklis). Jika sudah klik next untuk ke menu System Configurations.

3. System Configurations ECS

Di System Configuration kita akan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mengarah kepada kredensial. Terdapat 3 pilihan yaitu Key Pair, Password, dan Set Later. Untuk saat ini kita gunakan password agar seperti VPS ala kadarnya. Lalu masukkan kata sandi yang akan digunakan untuk masuk ke VPS nantinya.

Untuk instance name, description, dan host silahkan sesuaikan saja karena ini hanyalah sebagai penanda untuk mempermudah kita mengelola jika memiliki banyak instance nantinya. Jika sudah klik Next untuk melanjutkan ke Grouping.

4. Grouping & Preview ECS

Sebenarnya saya tidak mau membahas tentang Grouping namun karena saya rasa tanggung jadi saya jelaskan saja. Grouping, sesuai namanya maka dia berfungsi untuk mengelompokan instance. Ini digunakan ketika kita memiliki banyak intance, karena cuman 1 saya malah membahasnya jadi langsung next saja 😂.

Di bagian preview hanya menampilkan seluruh konfigurasi kita dari awal, jadi sekedar memastikan saja bahwa instance telah sesuai dengan keinginan. Sekedar informasi bahwa Auto Release Schedule adalah jadwal penghapusan intance secara otomatis. Jadi jika di set maka pada tanggal tersebut intance akan otomatis terhapus.

Jika sudah pasti maka  silahkan klik Create Instance lalu klik Console untuk melakukan pembuatan instance dan tunggu sesaat. Jika sudah aktif di halaman Console akan muncul sebuah instance dengan status running seperti di bawah ini. Ini bertanda bahwa VPS kita telah siap digunakan dengan IP Publik yang tersedia 🤭.

Jika sudah seperti itu cara paling mudah untuk menguji adalah dengan menakses SSH menggunakan SSH Client seperti Putty. Kalau saya sih berhasil masuk, kamu gimana?

Tanda
Close