Sadar Bencana untuk Mengurangi Risiko Bencana

Bencana, jika mendengar kata ini orang bisa ketakutan karena membayangkan risiko-risiko yang bisa terjadi. Mulai dari risiko harta benda hilang hingga nyawa melayang. Kita sadar bahwa kita tidak bisa membuat agar bencana tidak terjadi, namun kita bisa mengurangi risikonya dengan memahami bencana tersebut. Maka dari itu saya membuat tulisan ini agar masyarakat mengenali bencana dan terciptanya budaya sadar bencana.

Bencana itu apa?

Sebelum kita jauh ke penanggulangan bencana kita tentu harus tahu definisi bencana itu apa sih? Apakah saldo sedikit di ATM merupakan bencana? 🧐. Untuk menjawab hal tersebut saya mengutip dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 1 yang mengatakan “Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis”.

Dalam pasal yang sama disebutkan juga bahwa bencana itu dapat dikategorikan menjadi 3 jenis yaitu:

  • Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
  • Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
  • Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Sudah tahu kan definisi bencana dan kategorinya? Jadi kita harus buat kesepakatan bahwa saldo sedikit di ATM tidak masuk dalam kategori yang disebutkan di atas 😋.

Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia Pramoedya Ananta Toer

Mengenali Potensi Bencana Wilayah Sendiri

Apapun jenis bencana percayalah kita tidak bisa menghindarinya namun kita bisa siaga untuk menghadapi bencana tersebut. Tahap awal untuk mengatasi bencana adalah kita harus mengetahui potensi bencana yang ada di wilayah kita saat ini. Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana sebagai badan resmi telah mengeluarkan layanan yang bernama InaRISK.

InaRISK merupakan portal hasil kajian risiko yang menggunakan arcgis server. Diluncurkan pada 10 November 2016, InaRISK berfungsi untuk menggambarkan cakupan wilayah ancaman bencana, populasi terdampak, potensi kerugian fisik (Rp.), potensi kerugian ekonomi (Rp.), dan potensi kerusakan lingkungan (ha). Untuk mengakses layanan InaRISK teman-teman pembaca bisa membuka http://inarisk.bnpb.go.id.

Tampilan situs http://inarisk.bnpb.go.id

Saya sendiri telah mencoba layanan ini dan hasilnya sungguh bermanfaat. Saya bisa mengetahui bencana apa saja yang kira-kira bisa datang ke wilayah tempat saya tinggal. Terkadang jika keluar kota saya mengecek terlebih dahulu potensi bencana apa saja yang kemungkinan ada di wilayah tersebut. Bukan berharap agar bencana terjadi di lokasi loh yaa melainkan untuk jaga-jaga agar siap untuk selamat.

Kenali Bahayanya Kurangi Risikonya

Di awal saya memberitahu bahwa kita tidak bisa membuat bencana agar tidak terjadi, namun kita mengurangi risikonya. Kita juga telah mengetahui potensi-potensi bencana yang bisa terjadi di sekitar kita dengan layanan InaRISK dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Lalu setelah itu apalagi? Tentu kita harus mempersiapkan diri kita untuk menghadapi jika suatu saat bencana terjadi.

Di bawah ini terdapat beberapa informasi yang saya ambil dari situs BNPB tentang menanggulangi bencana. Terdapat 8 tips untuk menghadapai bencana yaitu banjir, tsunami, kekeringan, gempa bumi, puting beliung, tanah longsor, letusan gunungapi, dan gelombang pasang. Jika tulisannya tidak kelihatan silahkan untuk melakukan klik pada gambar yang dimaksud.


Setelah membaca dari awal tentu saat ini teman-teman telah mengetahui tentang bencana dan cara menghadapinya. Tentu kita tidak bisa membiarkan hanya kita saja yang mengetahui cara-cara ini. Harapannya adalah orang lain di sekitar kita bahkan seluruh Indonesia bisa mengetahui kiat-kiat ini terutama kepada anak-anak. Untuk itu mari kita sebagai yang sudah mengerti ikut turut serta membantu pemerintah dalam hal ini BNPB untuk membangun budaya sadar bencana 😄. Sesuai kata AA GYM kita harus terapkan yang namanya 3M, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang 😇.

Close