Cerita

Akhirnya Ikutan Sedekah Bumi di Kelet

Jepara, 10 September 2014 bagi saya merupakan salah satu hari spesial, karena setelah 2 tahun tinggal di Desa Kelet, Keling, Jepara baru tahun ini saya bisa merasakan yang namanya Sedekah Bumi. Sedekah Bumi adalah semacam ritual adat dari suku jawa yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Di Desa Kelet sendiri tahun ini adalah karnaval pertama kali (katanya) yang melibatkan hampir semua komponen masyarakat, ini menjadikan acara sedekah bumi pertama yang saya ikuti semakin spesial. Belum lagi instansi saya bekerja yaitu SMK Wikrama 1 Jepara turut andil dalam kegiatan tersebut dengan mengurus atlet dari Bandung Karate Club dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia atau lebih akrab dipanggil silat Kera Sakti.

Dalam acara sedekah bumi ini ada yang menjadi ciri khas dalam acara ini yaitu arak-akaran jembul. Banyak jenis jembul kalau kita cari di Internet, cuma pada sedekah bumi di kelet jembul terdiri dari hasil bumi seperti kelapa dan jagung yang katanya telah didoakan. Nah, ternyata didoakan itulah yang membuat banyak orang merebutnya bahkan sampai berkelahi, katanya kalau bisa mendapatkan kita bisa mendapat rezeki.

Terlepas dari doa dan rezeki yang terdapat pada jembul, saya mencoba untuk ikut “bersaing” dengan masyarakat yang sedang berebut jembul tersebut. Ketika berebut saya pun merasakan hal tragis, yaitu pelipis saya sengaja disikut oleh orang yang tidak saya kenal, tapi itulah yang membuat saya senang. Dengan perjuangan yang agak susah akhirnya saya mendapatkan bagian dari jembul tersebut, yaitu sebuah kelapa. Tetapi karena saya memang bertujuan hanya untuk mencoba dan meramaikan saya tidak menikmati kelapa tersebut tetapi saya berikan kepada Mr. Arismanto.

Close
Close