Opini

Alumni TKJ jadi teknisi reparasi komputer?

TKJ atau yang merupakan singkatan dari Teknik Komputer dan Jaringan merupakan salah jurusan yang populer di dunia SMK. Sebuah jurusan SMK yang sampai saat ini menurut saya banyak gunjang-ganjing. Saya pernah baca juga di sosial media bahwa katanya jurusan ini merupakan supplier pengangguran terbanyak di SMK *CMIIW*

Nah beberapa kali saya menemukan status dari teman-teman guru Teknik Komputer dan Jaringan yang bilang bahwa banyak orang yang menganggap “remeh” teknisi hardware. Teknisi hardware yang dimaksud di sini bisa kita bilang tukang service komputer atau teknisi komputer. Ada juga guru yang membuat postingan yang menurut saya dan teman saya seolah-olah menyinggung orang-orang IT Infrastructure (Network & System Engineer).

Oke saya mencoba netral dan mohon pembaca juga netral yaa ? Saya percaya bahwa setiap orang diberikan kemampuan yang berbeda-beda oleh sang pencipta. Saya juga percaya bahwa setiap profesi di dunia ini memiliki tingkatan dari Newbie sampai Expert. Saya beri pengadaian seperti kita bisa membaca, apa yang dipelajari terlebih dahulu? Tentu saja huruf. Huruf menjadi hal utama untuk membaca, lalu lanjut ke tiap suku kata seperti B & A = BA. Setelah belajar menggabungkan beberapa huruf menjadi suku kata baru kita menghubungkan menjadi sebuah kata, lalu ke kelimat, paragraf, buku, dan akhirnya kita bisa membaca normal bahkan memiliki kecepatan di atas normal. Dari situ kita lihat bahwa jika membaca saja ada tingkatannya bagaimana dengan sebuah profesi?

Jadi sampai sini kesimpulannya tidak ada yang salah jika seorang anak SMK menjadi teknisi Hardware, hanya saja cobalah untuk lebih mendalam memahami keahliannya. Ingat tidak hanya bisa merakit PC saja seseorang layak dikatakan teknisi Hardware itu bisa memperbaiki secara kesulurahan hardware, jadi larinya seorang teknisi hardware harus bisa elektronika juga. Dan menurut saya di sini letak permasalahannya, ketika kita bicara seorang teknisi komputer yang lebih menjurus ke hardware tentu teknisi tersebut harus bisa segalanya dalam hal hardware.

Loh kok TKJ jadi segalanya? Jadi superman donk?

Hello bisa segalanya dalam hal hardware bukan berarti menjadi seorang Superman. Saya sebagai seorang Junior Network Engineer pun masih bermain dasar dengan lingkup kecil. namun kelamaan akan mengarah ke lingkup yang lebih besar contohnya bermain routing BGP. Begitu juga dengan seorang teknisi komputer, kalau awal setidaknya dia paham tentang perawatan perangkat yang baik, perbaikan sesuai standar, dan instalasi jika ada perangkat baru. Namun seiring dengan waktu jangan hanya statis di situ saja, berkembang lagi ke arah elektronika karena semua hardware saya rasa memiliki komponen elektronika.

Sampai di elektronika timbul masalah lagi karena fisika identik dengan fisika dan guru IT yang sudah saya temui kurang dalam hal fisika dan elektronika. Makanya ketika saya melihat postingan salah satu guru dari SMKN 4 Tasikmalaya yang membekali muridnya dengan pembelajaran elektronika saya lihat keren. Pembelajaran ke arah teknisi komputer pun benar-benar karena saya pernah melihat sendiri mereka sedang mencuci Motherboard yang kayanya sekarang sudah jarang. Saya rasa alumni sekolah ini ketika menjadi seorang teknisi komputer tampaknya sudah matang.

Kenapa saya menjabarkan hal di atas? Yang menjadi masalah utama sebenarnya adalah target anak SMK atau bahkan kuliahan itu mengacu kemana sih? Jawabannya tentu pasar, segala yang dilakukan adalah upaya agar memenuhi permintaan pasar. Saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan teknisi komputer namun ketika ada yang masuk ternyata “ZONK”. Tidak sesuai harapan dan bahkan tidak sesuai resume yang dikirim.

Permintaan pasar sebenarnya dapat dipantau sesuai sertifikasi sesuai dengan keahlian. Karena kita bicara tentang teknisi komputer maka sertifikasi standar apa yang dibutuhkan oleh seorang teknisi komputer? Kalau saya melihat ke situs-situs tertentu tampaknya yang paling kuat adalah Sertifikasi CompTIA A+. Nah logika nya kalau salah satu perusahaan sertifikasi menyediakan sertifikasi khusus berarti kurikulumnya sudah joss donk. Dan berikut adalah kualifikasi yang sesuai dengan CompTIA A+, apakah anak SMK sudah menguasai minimal 70% nya?

Saya sendiri beberapa kali menguji calon karyawan bagian IT Support yang paling simpel adalah menguji kemampuan tentang instalasi PC baru. Saya berikan sebuah komputer yang telah terpasang sistem operasi Windows namun belum saya aktivasi dan memang sengaja. NB : X = Saya | Y : Pelamar

X : Ini ada komputer Sistem Operasinya apa?
Y : Windows pak
X : Kira-kira ada yang kurang gak?
Y : Boleh saya lihat? (attitude-nya menurut saya baik)
X : Silahkan
Setelah beberapa saat dia berkata
Y : Sepertinya tidak ada pak
X : Coba lihat ini (menunjukkan display window)
Y : Oh iya pak ini belum di aktivasi
X : Kamu bisa?
Y : Bisa pak tinggal download ajah aplikasi nya di bagas31
X : Pfffttt

Itu adalah salah satu contoh pelamar sebagai teknisi komputer. Sebenarnya masih banyak lagi seperti masih bilang PATA yang setahu saya itu teknologi sudah lama sekali atau pernah juga tidak tahu apa itu NIC :3 Nah kalau sudah begini yuk guru-guru TKJ semangat untuk melatih seorang anak agar lebih fokus. Kalau mereka lebih berminat di bidang teknisi komputer jangan seolah-oleh dikotakkan ke hal yang lain.

Lalu apa hubungannya dengan kata kata saya di awal bawa-bawa Network & System Engineer? Saya hanya ingin mengingatkan bahwa mengapa teknisi komputer dianggap “rendah” itu karena rata-rata seorang Network & System Engineer atau bahkan programmer berawal dari seorang teknisi komputer. Berarti teknisi komputer yang selama ini bukti bahwa semua orang bisa dan hanya sebagai batu loncatan menuju jabatan IT di atasnya.

?Berarti benar teknisi komputer itu di bawah IT Infrastructure?

Agar saya lebih mudah menjawabnya saya akan berikan ilustrasi “RATA-RATA” orang expert seperti yang di bawah ini
Teknisi Komputer => Network Engineer
Teknisi Komputer => System Engineer
Teknisi Komputer => Specialist HardWare Technical

Nah lalu mana yang lebih bagus? Silahkan Anda sendiri yang menentukan ?

Topik
Close