Pengetahuan

Belajar Sedikit Tentang Load Balancer

Jika sebuah server sudah tidak kuat melayani permintaan maka tindakan yang dilakukan adalah melakukan upscale server. Terdapat 2 jenis upscaling pada server (baca: peladen) yaitu vertikal dan horisontal. Bagi teman-teman yang tidak tahu upscaling adalah kondisi dimana kita harus meningkatkan server karena sumber daya sudah maksimum. Lalu apa perbedaan antara upscaling vertikal dan horisontal? Jawabannya adalah pada vertikal ketika melakukan pergantian server dengan yang lebih tinggi sedangkan horisontal menambah server baru. Untuk lebih mudah silahkan lihat gambar berikut ini, semoga teman-teman ada bayangan 😁.

perbedaan upscaling horisontal dan vertikal

Lalu apa hubungannya upscale dengan Load Balancer? Ketika kita melakukan upcale dengan metode horisontal kita memerlukan perangkat tambahan yang berfungsi untuk mengatur dan membagi trafik ke server, dan perangkat ini disebut dengan Load Balancer.

Load Balancer ini bisa berbentuk perangkat keras yang bisa dipasang lansung dari vendor atau kita bisa bikin sendiri menggunakan perangkat lunak open source yang telah tersedia. Perangkat keras yang terkenal bermain dengan Load Balancer adalah F5 dan perangkat lunak yang terkenal adalah NGINX. Sekedar informasi saja mulai Maret 2019 NGINX dibeli oleh F5 😎.

Jika kita menggunakan layanan komputasi awan biasanya telah disediakan produk khusus untuk fitur Load Balancer. Tetapi jika kurang puas kita bisa memasang sendiri Load Balancer dengan beberapa trik khusus tentunya. Beberapa contoh produk Load Balancer pada layanan komputasi awan adalah Server Load Balancer milik Alibaba Cloud dan Elastic Load Balancing milik Amazon Web Services.

Tipe Dukungan Load Balancer

Di atas saya telah menjelaskan bahwa Load Balancer berfungsi untuk mengatur dan membagi trafik. Pada fungsi ini ada 2 tipe dukungan yang bekerja yaitu Layer-4 dan Layer-7. Bagi teman-teman yang sudah paham tentang model OSI tentu akan langsung tahu perbedaannya dari namanya. Namun saya akan tetap jelaskan karena tidak semua pengunjung blog ini paham tentang model OSI.

Pada Load Balancer Layer-4 sesuai namanya dia mendukung protokol yang bergerak di lapisan transport pada model OSI yaitu TCP dan UDP. Sedangkan pada Load Balancer Layer-7 melayani protokol yang bergerak di lapisan Application, Session, dan Presentation seperti HTTP & HTTPS.

Load Balancer di Alibaba Cloud

Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan komputasi awan terkemuka di dunia memiliki fitur Load Balancer yang saat ini tampaknya menjadi hal wajib ketika kita menggunakan server produksi. Produk Load Balancer pada Alibaba Cloud memiliki nama Server Load Balancer atau bisa disingkat menjadi SLB.

SLB telah mendukung layanan pada Layer-4 dan Layer-7. Layer-4 pada SLB Alibaba Cloud menggunakan teknologi perangkat lunak terbuka yang bernama Linux Virtual Server (LVS) sedangkan untuk Layer-7 menggunakan perangkat lunak buatan Aliaba Cloud (Taobao) sendiri yaitu Tengine. Sekedar informasi Tengine ini dikembangkan dari proyek NGINX juga loh 😂. Walau SLB mendukung Layer-4 dan Layer-7 namun jika ada trafik yang mengarah ke Layer-7 pada dasarnya harus melalui Layer-4 terlebih dahulu. Untuk lebih jelas silahkan bisa lihat gambar di bawan ini.

perbedaan load balancer layer 4 dan layer 7 di Alibaba Cloud

Sekarang harusnya teman-teman sudah paham sedikit tentang konsep Load Balancer terutama pada layanan cloud seperti yang ada di Alibaba Cloud. Untuk langkah-langkah tentang menggunakan Load Balancer akan saya tuliskan pada artikel selanjutnya, jadi pastikan sering-sering cek blog www.ariyolo.id atau media sosial saya agar tidak ketinggalan 😉.

Topik

Related Articles

Close