Pengetahuan

Cara transfer menggunakan RSYNC

Ketika menjadi seorang System Administrator ada kalanya kita melakukan migrasi server atau sekedar perpindahan data. Ada banyak metode yang bisa digunakan namun sampai saat ini menurut saya yang paling efektif adalah Rsync.  Oh yaa dalam artikel ini saya menggunakan istilah server karena memang RSYNC lebih banyak digunakan untuk kegiatan server.

Mengapa RSYNC?

Kalau saya pribadi lebih ke arah efektivitas. Jika kita menggunakan metode lain seperti FTP server selain harus melakukan konfigurasi FTP Server, di sisi client harus ada ftp client dan harus melakukan dial. Atau saya pernah lihat juga ada yang mengunduh terlebih dahulu data yang ingin di transfer ke komputer lokal lalu diunggah kembali ke server tujuan. Berikut adalah analogi nya, lihat perbedaan antara garis merah dan biru.

Konsep dalam penggunaan RSYNC sebenarnya mudah yaitu:

rsync -a direktori_asal direktori_tujuan

itu adalah konsep , lalu bagaimana jika antar komputer? Ada 2 cara penggunaannya yaitu dengan mengambil atau mengirim, tergantung darimana kita menggunakan rsync tersebut. Di bawah ini saya menggunakan istilah lokal dan remote dan tulisan yang berwarna merah adalah formatnya.

Mengambil dari luar

#Format:
rsync -a username@remote_host:direktori_sumber  direktori_tujuan_pada_mesin_lokal

#Contoh:
rsync -a ariyolo@192.168.4.4:/home/ariyolo/a/  /opt/lampp/htdocs/

 Mengirim ke luar

#format:
rsync -a direktori_sumber_pada_mesin_lokal  username@remote_host:direktori_tujuan

#contoh:
rsync -a /opt/lampp/htdocs/  ariyolo@192.168.4.4:/home/ariyolo/a/

Nah setelah melakukan salah satu perintah di atas maka akan dimintai password, password di sini adalah yang digunakan oleh mesin yang ada di luar.

RSYNC berbeda port

RSYNC berjalan di atas SSH, nah secara default SSH itu menggunakan port 22 untuk berkomunikasi. Pada praktik di lapangan karena SSH ini cukup berbahaya jika diketahui oleh orang lain maka dilakukanlah pergantian port. Karena efek pergantian port tersebut maka ketika melakukan perintah kita harus menyesuaikan port yang digunakan oleh server remote (luar).

#Format:
rsync -arvz -e 'ssh -p <port-number>' username@remote_host:direktori_sumber  direktori_tujuan_pada_mesin_lokal

#Contoh:
rsync -arvz -e 'ssh -p 17845' ariyolo@192.168.4.4:/opt/lampp/htdocs/  /home/ariyolo/a/

Itu adalah cara menggunakan rsync , jika kalian bertanya mengapa option yang saya gunakan berbeda silahkan ketik pada terminal kalian MAN RSYNC .

Related Articles

Close