Pengetahuan

Mengenal Cloud Hosted Router dari MikroTik

Saat ini kita tidak bisa memungkiri virtualisasi sudah menjadi tren di dunia teknologi infrastruktur. Demi mengejar yang namanya efektivitas beberapa perusahaan mulai bermigrasi ke virtualisasi seperti Proxmox atau VMWare. MikroTik sebagai produsen perangkat keras jaringan saat ini sudah memiliki produk yang dikhususkan untuk virtualisasi dengan Cloud Hosted Router atau disingkat CHR.

Cloud Hosted Router merupakan sebuah produk dari MikroTik yang dikhususkan bagi lingkungan yang mengadaptasi teknologi virtualisasi. CHR dapat digunakan pada aplikasi virtualiasasi seperti VirtualBox, VMWare, Hyper-V, KVM dan lainnya.

Kebutuhan Minimum

Sesuai dengan informasi dari situs resmi MikroTik untuk kebutuhan minimum dari Cloud Hosted Router adalah

  • Versi RouterOS nya adalah 6.34 atau yang terbaru
  • CPU 64bit yang mendukung virtualisasi
  • Minimal RAM 128MB pada instance
  • Ukuran disk minimal 128MB (maksimal 128GB)

Pada RAM ada tulisan instance, bagi teman-teman yang tidak tahu instance adalah sebutan bagi mesin virtual yang kita buat. Jadi kalau kita membuat mesin virtual baik pada aplikasi virtualisasi maupun penyedia layanan komputasi awan maka buat instance dengan spesifikasi minimal seperti petunjuk di atas.

Lisensi Cloud Hosted Router

Lisensi untuk Cloud Hosted Router berbeda dengan Lisensi MikroTik RouterOS yang telah ada sebelumnya. Terdapat 4 jenis lisensi Cloud Hosted Router yang dimana tentu ada perbedaan pada setiap jenisnya yang bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Lisensi Batas Kecepatan Harga
Free 1Mbit Gratis
P1 1Gbit 45 USD
P10 10Gbit 95 USD
P-Unlimited Unlimited 250 USD

Ketika melakukan pemasangan pertama CHR otomatis mendapatkan lisensi gratis dengan batasan kecepatan pada antarmuka jaringan sebesar 1Mbit. Kita bisa melakukan peningkatan kecepatan dengan melakukan peningkatan lisensi. Jika masih ragu MikroTik menyediakan lisensi trial (percobaan) untuk semua jenis lisensi berbayar dengan batasan waktu selama 60 hari. Setelah melewati masa 60 hari maka pada Router akan ada pemberitahuan “Limited upgrades” yang artinya Router tidak dapat di upgrade lagi. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan upgrade di hari terakhir (hari ke-60) pada masa percobaan tersebut.

Saya pribadi menggunakan Cloud Hoster Router (CHR) ini untuk diterapkan pada mesin Proxmox saya. Jadi yang akan terhubung dengan IP Publik adalah instance MikroTik, setelah itu baru disambungkan pada instance yang berisi aplikasi. Dengan adanya CHR dari MikroTik setidaknya saya tidak perlu bingung lagi untuk melakukan routing dengan Linux atau sistem lain yang saya tidak mengerti.

Topik

Related Articles

Close