Cerita

Move-On Camp GPIB Kornelius Part 1

Penasaran karena judulnya? Pasti pada bingung apa hubungan Move On yang identik pacaran dengan nama gereja GPIB Kornelius. Sebenernya yang bikin nama Move On Camp adalah gua sendiri, nama acara ini sebenernya adalah Kemah peralihan Pelayanan Anak (PA) ke jenjang Persekutuan Teruna (PT). Jadi dalam organisasi gereja GPIB itu jika seorang manusia sudah beranjak ke remaja maka ibadahnya dipisah dengan anak-anak, peralihan ini sendiri biasanya ditentukan oleh tingkatan sekolah dari SD ke SMP.

Acara kemah ini dimulai dari hari kamis 5 Mei 2016, oh yaa wait gua belum kasih tau bahwa kemah ini dilaksanakan dengan saung AKI alias Alam Kinasih Indah. Dari janji gua yang akan berangkat jam 1 ternyata ngaret sampai jam 4 sore karena gua ketiduran efek dari BEGADANG ON THE ROAD. Sebenernya pas tidur gua sempet bangun, cuman karena cuaca hujan jadi gua tidur lagi ajah hehe.

Di perjalanan gua agak risih dan kasihan ngeliat seorang anak kecil yang lagi asik tidur “kayaknya” terpaksa dibawa sama ibunya pake motor. Lu bayangin dah anak anak sekitar umur 4 tahun ngantuk dan ketiduran tapi dipaksain bangun dengan cara rem mendadak dan lainnya. Please buat ibu-ibu atau siapapun jangan sampai melakukan ini karena jelas-jelas berbahaya. Jangan cuman pengen cepet atau sampe target tapi ternyata harus mengorbankan sesuatu :'(

Karena kemacetan yang sangat dewa alhasil gua sampai di lokasi sekitar jam 6 sore, sesuai standar yang gak tau darimana kalau udah memasukin jam 6 berarti waktunya sesi makan malam. Gua sih sebenernya pengen makan demi menghargai yang memasak dan yang ngajakin makan, cuman apa boleh buat karena perut masih kenyang efek ikan arsik di rumah jadi gak ikut makan. Sambil nunggu makan selesai gua duduk-duduk keren sampai tiba malam kebersamaan.

Di acara malam kebersamaan peserta telah dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka disuruh memperagakan atau membuat drama singkat tentang penciptaan alam semester. Ada yang lucu dan ada juga yang garing gak jelas (kebanyakan garingnya sih) cuman yang keren adalah mereka berani menunjukkan sesuatu walau terasa kikuk. Acara malam kebersamaan pun ditutup dengan hal yang wajib ketika kemah yaitu API UNGGUN. Api Unggun ini menjadi renungan tersendiri bagi peserta sesuai yang tertulis dalam Al-Kitab pada Matius 5:14 yang berbunyi “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan”. Semoga adik-adik bisa jadi terang dunia ^_^ Untuk hari berikutnya lanjut di part 2 yaa guys

Related Articles

Close