PengetahuanUlasan

U.ID : menjadi terpercaya di dunia maya

Branding diri sendiri atau identitas di dunia maya saat ini menjadi sangat perlu karena maraknya ancaman HOAX dan penjahat cyber lainnya. Bahkan saat ini akun asli sosial media saja bisa dikatakan penipu oleh orang yang menipu ? . Dengan adanya masalah ini maka PANDI selaku pemain Internet di Indonesia meluncurkan layanan baru yang disebut dengan U.ID.

Apa itu U.ID ?

U.ID merupakan layanan Single Sign On (SSO) dari PANDI yang memungkinkan seseorang memiliki memiliki identitas pasti atau terverifikasi di dunia maya. Mengapa dibilang identitas pasti? Salah satunya karena ini adalah resmi dari badan yang bernaungan di bawah KEMKOMINFO dan untuk menggunakan layanan ini kita harus orang yang sesungguhnya.

Karena tidak semua pembaca mengerti apa itu Single Sign On jadi alangkah baiknya saya jelaskan dulu. Single Sign On yaitu layanan yang bisa mempermudah untuk melakukan registrasi. Sebagai contoh ketika mendaftar di Bukalapak & Tokopedia kita diharuskan mengisi kolom yang sama seperti Nama, tanggal lahir, alamat, dan sebagainya. Dengan sistem Single Sign On kita cukup mengisi identitas kita pada U.ID lalu ketika menggunakan platform lain seperti BukaLapak kita cukup mengizinkan saja BukaLapak untuk mengakses data kita.

Terlalu sulit dicerna? Saya akan beri penjelasan lagi dengan contoh Single Sign On yang paling terkenal yaitu Facebook. Saya andaikan kita punya facebook dengan nama Rona Ariyolo dan tanggal lahir 16 Maret 1994. Ketika kita mendaftar instagram dan memilih masuk menggunakan facebook maka akun instagram kita akan terdaftar otomatis dengan nama Rona Ariyolo dan tanggal lahir 16 Maret 1994. Jadi instagram mengambil data dari facebook dan inilah yang disebut Single Sign On, dimana kita hanya mengunakan 1 ID dan bisa mendaftarkan ke platform lain.

Lalu apa bedanya dengan Facebook? Perbedaannya adalah jika menggunakan Facebook akun kita tidak terverifikasi secara nyata. Simpelnya pernah menemukan orang dengan nama facebook tidak sesuai dengan nama asli? Nah itulah yang membuat U.ID berbeda karena datanya merupakan data asli kita di dunia nyata.

Cara menggunakan U.ID

Cara menggunakan layanan ini cukup mudah, teman-teman bisa pergi ke https://U.ID dan klik Mendaftar. Di halaman selanjutya teman-teman disuruh mengisi NIK, nama ibu, Nomor Handphone, alamat email, dan kata sandi.

Sedikit catatan bagi teman-teman, karena layanan ini itu semacam KTP kita di dunia maya maka pastikan Nomor Ponsel & surel yang didaftarkan benar-benar valid dan kemungkinan besar tidak akan diganti. Karena kita sama-sama tahu bahwa nomor handphone biasanya ada 2 dan email digunakan hanya untuk mendaftar akun media sosial,  jadi harap jaga kerahasiannya yaaa.

Untuk nama Ibu pastikan benar-benar sama dengan data teman-teman di DUKCAPIL. Contoh misal nama ibu asli adalah FEBRI YANTI, sedangkan yang terdaftar di dukcapil adalah FEBRYANTI maka gunakan FEBRYANTI agar akun U.ID kalian bisa terverifikasi.

Tampilan setelah masuk ke U.ID

U.ID memiliki 5 level verifikasi yaitu E-mail, KTP, nomor ponsel, alamat, dan kehadiran. Agak ribet tapi saya coba jelaskan. Untuk verifikasi email, setelah melakukan pendaftaran maka akan masuk sebuah email dan cukup klik saja tautan ada di dalam email. Nah untuk KTP yang dibuat verifikasi adalah nama ibu/nomor Kartu Keluarga.

Untuk veritifkasi Nomor ponsel seharusnya teman-teman sudah tau semua yaa karena sudah terbiasa. Nanti akan masuk kode verifikasi ke ponsel via SMS dan kita tinggal memasukkan kode uniknya saja. Untuk Verifikasi alamat dilakukan dengan cara mengirimkan surat ke rumah kita dan di dalam surat tersebut terdapat prosedur verifikasi nya (seperti google maps).

Dan terakhir adalah Kehadiran, ini adalah verifikasi terakhir untuk mendapatkan status 100% valid. Teman-teman diharuskan datang ke tempat yang telah ditentukan untuk bertemu tim khusus. Saat saya mengikuti kegiatan PANDI Meeting 8 dari tim panitia bilang datangnya ke kantor PANDI. Tetapi karena ini belum dilakukan jadi kemungkinan nantinya akan ada perubahan “tempat kehadiran”.

NB : Dari 5 tingkatan verifikasi sampai saat ini baru 2 verifikasi saja yang bisa dilakukan yaitu KTP & surel

U.ID belum 100% cocok

Apakah semua website atau platform di internet yang berbasis website bisa menggunakan U.ID ? Jawabannya adalah bisa, namun tidak semuanya akan menjadi cocok. Untuk platform seperti sosial media, e-commerce, hosting provider, dan sebagainya layanan ini memang sangat cocok. Dengan identitas asli pemilik platform bisa mengetahui jumlah sesungguhnya dari pengguna layanan dia (menghindari akun ganda). Namun untuk platform yang terkenal karena nama anonimnya, U.ID tidaklah cocok. Contohnya adalah KASKUS, situs komunitas daring terbesar di Indonesia. KASKUS selama ini terkenal karena banyak thread unik dan yang menjadi tanda bagi suatu thread adalah nama anonim dari si pengguna. Tetapi kita tidak tahu siapa tahu nanti ada jalan tengah untuk masalah seperti ini ?


Kalau teman-teman sudah mendaftarkan U.ID dan ingin mengujinya saat ini baru 1 platform yang bisa menggunakan layanan U.ID yaitu MY.ID sebuah platform blogging gratis dari PANDI yang dimana kita tidak hanya mendapatkan subdomain melainkan domain. Kalau penasaran silahkan baca tulisan saya MY.ID layanan blog dengan DOMAIN gratis.

Topik
Close