Cerita

Wisata Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi

Pastinya teman-teman sudah pada tahu bahwa sekarang di Kabupaten Sukabumi sedang ramai dibicarakan  di media sosial karena terdapat tempat wisata baru yang bernama Jembatan Gantung Situ Gunung yang berlokasi di kecamatan Cisaat. Pada libur lebaran 2018 ini kebetulan saya berkesempatan untuk main ke tempat wisata ini dan inilah cerita saya.

Transportasi ke Jembatan Gantung Situ Gunung

Sebelum membahas tempat wisatanya saya akan memberitahu terlebih dahulu cara untuk mencapai Jembatan Gantung Situ Gunung. Cara termudah untuk mencapai daerah Situ Gunung adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi, karena untuk ke lokasinya belum ada kendaraan umum. Tetapi jika teman-teman tidak memungkinkan menggunaakan kendaraan pribadi saya punya tips yang bisa teman-teman gunakan.

Jikalau kalian berasal dari Jakarta silahkan cari rute untuk menuju ke Ciawi. Memang ada angkutan bis besar yang bisa langsung ke daerah Cisaat namun karena jalur ini terkenal oleh macetnya yang parah jadi teman-teman bisa ke wilayah ciawi terlebih dahulu. Sesampainya di ciawi silahkan naik angkot 02 tujuan Cicurug dan turun di pasar Cicurug. Dari pasar Cicurug naik angkot 09 tujuan Cibadak dan turun di pasar/terminal Cibadak. Nah dari situ tinggal naik angkot 07 arah Cisaat dan turun di polsek Cisaat. Untuk lanjutan dari polsek Cisaat bisa baca di paragraf selanjutnya biar sekalian yaa 😅.

Bagi teman-teman dari Jakarta yang lebih nikmat menggunakan kereta silahkan dari Jakarta naik KRL dan turun di stasiun KRL Kota Bogor. Habis itu berjalan menyebrang jalan untuk mendapati stasiun Paledang lokasi dimana kereta lokal tujuan Sukabumi namun teman-teman nanti turunnya di stasiun Cisaat. Karena kereta ini cukup ramai jadi pastikan kalian sudah membeli tiketnya dari jauh-jauh hari. Jika sudah sampai stasiun silahkan berjalan kaki atau naik Ojek ke Polsek Cisaat yang berjarak 1KM.

Jika sudah sampai Polsek Cisaat teman-teman masih harus menempuh perjalan sekitar 10 KM untuk sampai ke lokasi, namun permasalahannya adalah tidak ada kendaraan umum. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan ojek baik yang konvensional maupun yang berbasis daring. Jika kalian ke sana bergerombol lebih baik panggil angkot yang kosong saja untuk mengantar ke atas.

Prosesi ke Jembatan Gantung

Modern, itu kata yang pertama kali muncul ketika saya membeli tiket. Ternyata di sini tiket nya sudah berbasis elektronik, jadi setiap pengunjung diberikan 1 tiket seperti E-Money dan ketika masuk dilakukan tapping. Bagi saya ini adalah sebuah kemajuan, apalagi ini berada di Sukabumi yang bisa dibilang kota yang belum kota 😂. Harga untuk satu orang masuk adalah Rp 50.000,- dan dengan ini teman-teman bisa masuk ke semua “wahana”.

Dari pintu pembelian tiket kita tidak langsung berjumpa dengan wahana Jembatan Gantung Situ Gunung melainkan harus berjalan terlebih dahulu. Saya tidak tahu jaraknya tetapi saya sendiri menempuhnya dengan waktu kurang lebih 15 menit. Di tengah-tengah perjalanan akan ada pondokan yang menyediakan minuman gratis untuk tamu. Para pekerja di sini menyebutnya dengan welcome drink yang disuguhkan dalam bentuk teh, kopi, dan bandrek.

Tepat di seberang pondok welcome drink terdapat juga wilayah bagi pengunjung yang ingin lapar. Pengelola menamakan tempat ini dengan nama ‘de botram gede pangrarango. Rata-rata pengunjung di tempat ini merupakan pengunjung yang pulang dari jembatan. Masakan yang tersedia di sini kebanyakan makanan umum seperti nasi goreng, ayam goreng, dan berbagai macam nasional lainnya. Soal harga tidak usah khawatir karena harganya tidak terlalu jauh dengan harga normal di pasaran.

Saya tidak terlalu lama di pondokan dan melanjutkan perjalanan yang sudah sebentar lagi ke Jembatan. Sesampainya di depan Jembatan Gantung Situ Gunung saya disuruh baris terlebih dahulu karena masuknya harus antri. Sambil berbaris saya diberikan informasi serta arahan dari petugas. Menurut petugas Jembatan Gantung Situ Gunung ini memiliki panjang 240m, lebar 2m, dan berada di ketinggian 146m. Mendengar ini salah satu saudara saya yang mulai agak pucat, namun dia coba memberanikan diri karena mungkin malu ada istrinya 😅. Saya sempat merekam momen ketika melewati jembatan ini bersama saudara saya (jaket biru) + istrinya dan bisa teman-teman lihat di bawah ini.

https://www.facebook.com/ariyoloID/videos/vb.100000558697711/2133472883347981/?type=3

Tentu siapapun yang berkunjung ke jembatan ini ingin berfoto untuk pamer di media sosial. Untuk hal tersebut saya akan berikan tips kepada teman-teman. Sebelum masuk ke jembatan pastikan perangkat sudah siap untuk memotret atau merekam, karena nanti kalau di tengah bakalan ribet. Setelah itu diusahakan perangkat memiliki pengaman kepada tubuh kalian seperti kalung atau gelang. Fungsinya adalah agar kalian lebih tenang mengambil foto karena tidak usah khawatir perangkat akan jatuh. Selain itu usahakan dari awal sudah tahu mau pose seperti apa, karena jika terlalu alam akan ditegur oleh petugas. Tips terakhir adalah jika merasa gagal, silahkan ulangi kembali naik jembatannya karena tidak ada batasan memasuki jembatan ini.

Bukan Hanya Jembatan

Untuk harga Rp 50.000,- tentu rugi jika kita hanya melewati jembatan saja, selain jembatan terdapat tempat wisata lain di wilayah ini yaitu air terjun dengan nama Curug Sawer. Untuk mencapai Curug Sawer saya harus berjalan sekitar 30 menit setelah menyebrangi jembatan. Jalan menuju Air Terjun sudah bagus namun ada beberapa titik yang cukup terjal sehingga pengunjung harus berhati-hati.

Mendekati curug sawer teman-teman akan merasakan suasana dingin, selain karena tempatnya sejuk juga disebabkan oleh angin yang dibentuk oleh air yang sangat deras. Menurut informasi yang tertera air terjun ini memiliki tinggi 35m dan ketinggian ini menjadi salah satu faktor mengapa angin yang dihasilkan air terjun cukup besar. Saya sempat menanyakan kepada warga sekitar mengapa nama air terjun ini adalah Curug Sawer dan menurut mereka karena airnya “menyawer” 😂.

Air terjun curug sawer

Jika sudah selesai bermain dengan air terjun dan ingin kembali ke atas ada 2 pilihan jalan. Pertama, pengunjung bisa menanjak balik lagi ke Jembatan Gantung Situ Gunung atau yang ke-dua bisa menggunakan OJEK. Jadi ketika saya keluar dari wilayah air terjun langsung ada beberapa orang yang mendatangi saya dan menawarkan jasa OJEK, namun karena saya ingin mencoba kembali sensasi di Jembatan jadi ya ikhlas saja nanjak dengan kaki walaupun cukup pegal.


Bagi saya tiket seharga Rp 50.000,- termasuklah wajar untuk mendatangi lokasi ini karena terbayar dengan melihat pemandangan yang indah serta pelayanan pengelola tempat ini. Sebenarnya ada 1 lagi tempat wisata di daerah ini yaitu danau. Namun saya tidak mengunjunginya karena sudah siang hari, sebagai referensi saya posting foto teman saya yaitu Halfa Fedora ( IG: @halfrafedora ) yang sempat berkunjung ke tempat tersebut.

Related Articles

Close